Rabu, 16 Februari 2011

FFI 1983 Medan Christine

TAK sia-sia Christine Hakim lebih mengentalkan diri menyelami seluk-beluk seni peran. (TEMPO, 21 Mei). Buktinya, koleksi Piala Citra yang sudah tiga di tangannya, bertambah satu lagi minggu lalu. Dia terpilih sebagai pemain wanita terbaik di FFI 1983 Medan, berkat permainannya dalam film Di Balik Kelambu. Seperti kata sebuah peribahasa, orang yang beroleh penghargaan, sebetulnya sedang menggendong monyet besar di tengkuknya. Christine, 27 tahun, memang merasa beban baru membentang di hadapannya. "Sebab dengan mendapat Citra bukan berarti kita sudah sampai di tujuan," komentarnya. "Tapi kita harus mencari citra dari Piala Citra itu sendiri. Kita harus mencari lagi," tambahnya bersungguh-sungguh. Bintang film yang teratur berlatih senam itu memang tak ingin ketutup-beduk. "Sebab, puas berarti berhenti," ujarnya "saya lebih puas dikritik acting saya daripada orang bilang: Chris, kamu bermain bagus. Kalau tak kuat mental, cepat terbuai dan macet." Untuk senantiasa waspada pada kekurangan dirinya, bintang yang kata Teguh Karya "tidak cantik tapi punya daya tarik dan cerdas" itu, rajin mengukur dengan sejumlah bahan bandingan -- termasuk menyimak kebolehan para bintang dari mancanegara. Selamat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar