Rabu, 16 Februari 2011

FFI 1981 Surabaya Dalam acara ffi'surabaya

PENTAS penuh asap, lampu-lampu berkedip, dan muncullah Kris Biantoro bersama Koes Hendratmo di pentas. Kedua orang itu konon terlempar ke "masa lalu" -- Surabaya tahun 1942 -- setelah memasuki "mesin waktu". Memang, kabaret Parfi berjudul Nostalgia 10 November itu, dimainkan di Surabaya 28 - 29 Mei dalam rangkaian acara Festival Film Indonesia, meniru film serial televisi The Time Tunnel. Tontonan kolosal yang dimainkan 120 pemain film itu menghabiskan biaya Rp 50 juta, Kris menyusun skenarionya berdasar berbagai catatan tentang peristiwa bersejarah itu. Sutradaranya Sofia W.D. dibantu koreografer Farida Feisol dan Sentot. S. Sepertiga pertunjukan, Rosihan Anwar bangkit dari kursi dan keluar. "Tempo permainannya sangat lamban. Membosankan," katanya. Sisipan banyolan oleh gabungan pelawak Warkop Prambors dan Kwartet S., dan nyanyian Marini serta Hetty Koes Endang -- lagu-lagu pop masa sekarang -- menyebabkan kabaret itu makin tak jelas apa maunya. Salah seorang pemain bahkan menyebutkan, "kabaret ini justru jadi korban semangat partisipasi para artis yang semuanya ingin ambil bagian." Yang agak mengherankan, dalam cerita itu sama sekali tak muncul tokoh Bung Tomo, "Ada kesulitan menampilkan tokoh itu," kilah Sofia W.D. Tokoh-tokoh lain dalam peristiwa itu disebut dengan jelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar