Selasa, 01 Februari 2011

DJIWA PEMUDA / 1951

DJIWA PEMUDA

Suria (Rd Sukarno) dan Karnaen (Djauhari Effendi) sama-sama baru kembali dari gerilya. Mereka juga sama-sama bertekad untuk mebangun desa. Keduanya juga menaruh hati pada gadis yang sama, yaitu Surati (Nursiah), anak pak Amat (Astaman). Tetapi Surati lebih memilih Suria. Akibatnya Karnaen sakit hati, dan menaruh dendam. Ia pun memimpin suatu perampokan untuk merampok Suria yang baru terima uang dari bank. Tindakannya tercium polisi, hingga Karnaen tertembak. Ia pun mengakui kesalahannya sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.

Film ini diproduksi 1951 oleh PFN. Berkisah tentang 2 bekas pejuang yang terlibat cinta segitiga yang berkait-kait dengan usaha mereka membangun koperasi dan bank desa di desa mereka. Suria (R Sukarno) dan Karnaen (Djauhari Effendi) adalah dua bekas pejuang itu. Di desa mereka, desa Tegalsari mereka bertekat membangun koperasi , cinta Surati (Nurhasanah) nampaknya memberikan semangat besar kepada Suria. Karnaen cemburu dan merencanakan perbuatan jahat terhadap Suria. Tetapi sebelum berjalan rencana tersebut alat negara (polisi) muncul. Karnaen yang luka parah sebelum meninggal, masih sempat minta maaf, dan menyatakan penyesalannya.Suria dan Surati akhirnya dapat hidup bahagia.

Lewat film ini, Bachtiar dan PFN ingin mengingatkan pada para bekas pejuang agar menghindari dari nasib buruk seperti yang menimpa Karnaen. Berbuatlah baik seperti Suria, agar sukses dalam membangun desa dan bakal sukses menggaet hati wanita cantik seperti Surati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar