Sabtu, 26 Februari 2011

Dewi-produser film


SETELAH zaman Titien Sumarni, banyak penonton film menggemari Citra Dewi. Berkulit langsat, bertubuh kecil, perempuan asal Cirebon ini pertama kali ditemukan oleh Usmar Ismail almarhum. Waktu itu namanya Dewi Semaun. Semaun adalah suami Citra yang pertama. Waktu itu masih letnan satu CPM. Karena nama Dewi Semaun dirasa kurang afdol, almarhum Usmar kemudian menggantinya jadi Citra Dewi. Main pertama kali sebagai figuran dalam film Tamu Agu,lg (1955), film yang pernah terpilih sebagai film komedi terbaik untuk Asia Tenggara. Tahun 1956, Citra bersama Bambang Hermanto, Mieke Wijaya, Hasan Sanusi, Bambang Irawan dan lainnya, turut kursus bermain yang diselenggarakan Perfini. Tahun-tahun berikutnya, Citra turut bermain dalam Juara 1960, Tiga Dara, Delapan Penjuru Angin, Tiga Buronan, Jenderal Kancil, Asrama Dara, Road to Bali, Pejoang dan film lainnya yang kalau dijumlah tidak kurang dari 27 buah film. Ia gemar menonton sandiwara sejak kecil. Dan waktu di SD, Citra Dewi pernah jadi juara menari Jawa. Pendidikan resminya: SMP. Mungkin karena gemar menari inilah, Citra kemudian terlibat cinta dengan guru tari Balinya: Wayan Supartha. Putus dengan Semaun, Citra dan Supartha kemudian menikah. Tapi pernikahan inipun tampaknya tidak kekal. Meskipun pernah terpilih sebagai peragawati terbaik tahun 1961, sejak 1966, Citra jarang tampil baik di umum maupun di layar putih. Kemudian dia menikah dengan LJN Hoffman. Tahun 1972, suami isteri kemudian mendirikan PT Citra Dewi Film. Beberapa dari hasil produksinya ialah Ratna, Bercinta Dalam Gelap, Penunggang Kuda Dari Cimande, yang konon, disutradarai oleh Citra sendiri. Rupanya film-filmnya tidak mendapat pasaran bagus. "Belum bangkrut", ujar Hoffman tentang perusahaan filmnya ini, "cuma belum berproduksi saja". Suami isteri ini kini sibuk usaha lain. Jual beli rumah. Karena hal inilah, sulit juga mencari alamat di mana mereka tinggal. "Sebab kalau ada yang mau beli rumah yang kami tempati", kata Hoffman, "kami dengan senang hati akan angkat kaki ke rumah lain". Berbicara tentang isterinya yang sekarang usianya telah 43 tahun, berkata Hoffman: "Isteri saya lagi tidak mau diinterviu. Dia lagi malas dipublisir. Nanti sajalah kalau dia main film lagi". Citra, tidak kurus tidak gemuk, rambutnya yang ikal sepundak, kemudian menghilang di balik pintu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar