Sabtu, 05 Februari 2011

ATENG MINTA KAWIN / 1974


ATENG MINTA KAWIN


Kisah cinta ramai-ramai: Ateng-Vivi Sumanti, Eddy Soed-Titiek Puspa dan Iskak-Enny Kusrini. Titiek, janda penyanyi dangdut, punya anak angkat Ateng dan kakaknya Enny. Sementara Eddy Soed, duda yang punya 90 persen koleksi lagu dangdut dan 10 persen lagu Beethoven, punya anak perempuan Vivi dan pembantu Iskak. Percintaan Ateng-Vivi dihalangi orangtua masing-masing yang saling berseteru. Maka terjadilah percintaan diam-diam, seperti juga percintaan Enny-Iskak. Ketika Eddy-Titiek bisa berdamai, maka kawinlah ramai-ramai. Sebuah banyolan gaya Srimulat, tapi di tangan Nya Abbas toh punya warna sendiri, yang tidak jatuh jadi banyolan yang tak cerdas

Sukses setelah membuat film Koboi Cengeng kini muncul kembali dengan Ateng Minta Kawin, sudah jelas pemainnya adalah sejumlah pelawak Kwartet jaya tanpa Bing Slamet. Tetap lucu, meskipun tidak se unik Koboi Cengeng adalah sebuah parodi. Sedangkan Anteng minta kawin adalah sebuah komedi biasa yang bermain di sekitar kehidupan sehari-hari yang amat kita kenal.

Kekhasan Nya makin kental dalam film ini berolok-olok. Melalui kisah percintaan ramai-ramai Ateng dengan Vivi Sumanti, Iskak dengan Enny Kusrini, Eddy Sud dengan Titik Puspa,...Abbas sepuasnya melampiaskan ejekannya pada keseluruhan oarang yang butuh jodoh. Saat Ateng gagal melamar Vivi karena ditolak oleh Eddy Sud ayah Vivi, tangisan tidak hentinya sampai guling basah semua. Ini yang khas dari PT. Safari Sinar Sakti Film.

Apa karena tidak ada Bing dalam film ini sehingga semua tokoh harus bermain sebaik mungkin. Dan tidak sia-sia, tidask seperti film semula, kelompok ini menunjukan permainan yang baik. Konflik dalam cerita ini bekisar soal yang dihadapi Eddy Sud, dan Nyaa Abbas sangat lihai dalam menyelesaikan persoalan ini dengan adegan Eddy Sud di seruduk kerbau ketika sedang cekcok dengan Titik Puspa. Eddy dengan kepala benjol tentu saja di tolong oleh Titik. Dan cinta pun bersemi. Ateng melancarkan dendam kepada calon mertua dan bapak tiri sekaligus. Tetapi perkawinan masal akhirnya terjadi juga ketika semua soal telah selesai dengan damai.

Hal ini tercapai adanya perjanjian antara Ateng dan Eddy Sud untuk berdamai. Pertsoalannya adalah bagaimana mungkin Ateng mau kawin dengan Vivi anak Eddy Sud, sedangkan Eddy Sud jatuh cinta dengan Titik Pusppa yang ibu Ateng. Penyelesaiannya cukup dengan, "Kan Ateng anak angkat, Ibu Titik kan bukan ibu kandung Ateng." kata Ateng dirumah Vivi. Kontan saja Eddy Sud yang menguping itu berteriak " Alhammmdulllilah.." dan selanjutnya adegan perkawinan masal dilapangan terbuka.










Film yang dibuat di desa sekitar Magelang ini, adegan dibuka dengan Ateng yang sedang bermain dengan kerbau. Lucu dan kekanak-kanakan. Ateng yang mengaku berumur 18 tahun bercinta hebat dengan Vivi. Ketika lamarannya ditolak sambil nangis Ateng berbicara pada ibunya "Mak, cerita Romeo dan Juliet akan terulang lagi" ini adalah permainan kontras dalam humor. Waktu Eddy Sud sedang pacaran dengan Titik, sebagai penyanyi dangdut, titik senang mendengar bahwa 90 persen koleksi piringan hitam Eddy Sud adalah lagu dangdut. Lalu Titi bertanya " yang sepuluh persen itu lagu apa mas." Eddy Sud menjawab "Lagu Beethoven".

Juru kamera Tarigan (lulusan sekolah Moskow) membuat gambar baik, jelas dan warna yang mendukung cerita.

Film ini baru saja kehilangan Bing Slamet, meninggal dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar