Sabtu, 26 Februari 2011

ACKYL ANWARI / ACKYL ANWARY 1978-1994


ACKYL ANWARI
ACKYL ANWARY



David Worth (menggendong anak) Ackyl Anwari mengarahkan adegan


Lahir di Palembang, 17 Juni 1944. Pendidikan fakultas ekonomi sampai tingkat 3.


Pemain sandiwara keliling ini mulai menerjunkan diri dalam dunia film tahun 1973, dimulai sebagai penulis skenario merangkap pencatat skrip dan penata busana. Kemudian dilanjutkan sebagai pembantu sutradara dan jadi sutradara penuh dalam "Wanita Siuman"

Rupanya diawal ia masih tertarik membuat mistik, hingga percampuran mistik dan sex hingga perkelahian adegan di mistik, hingga ke aksi laga film silat tempo dulu dengan memakai Barry Prima, hingga ke aksi laga kota. Akhirnya ia tertarik dengan aksi laga seperti film Hollywood saat itu Blood Sport dan lainnya. Tidak puas memakai Barry Prima lagi, ia memakai petarung dari Luar damn juga crew Asing. Hal ini trik untuk memikat pasar International. Tapi tetap saja bumbu sexnya yang dominan, sex dan pertarungan.

Mendata film dia sangat sulit, terlalu banyak judul yang tidak cocok anatara nasional dan internasional, beberapa kemungkinan mengganti judul indonesia, asing dan judul saat ijin produksi. Belum lagi akal-akalan produser yang mengedit juga bahan material film yang tidak terpakai karena durasi kepanjangan dan di tambah sedit adegan sex jadilah film baru tanpa mengeluarkan uang banyak.


JARINGAN TERLARANG II 1990 ACKYL ANWARI
Director
DEWI ANGIN-ANGIN 1994 ACKYL ANWARI
Director
PERAWAN DI SARANG SINDIKAT 1986 ACKYL ANWARI
Director
GODAAN SILUMAN PEREMPUAN 1978 ACKYL ANWARI
Director
NODA X 1984 ACKYL ANWARI
Director
PENGANTIN RIMBA HITAM 1989 ACKYL ANWARI
Director
RATU PANTAI SELATAN 1980 ACKYL ANWARI
Director
SIAPA MENABUR BENCI AKAN MENUAI BENCANA 1988 ACKYL ANWARI
Director
DARAH PERJAKA 1985 ACKYL ANWARI
Director
DUKUN LINTAH 1981 ACKYL ANWARI
Director
TRIPLE CROSS 1991 ACKYL ANWARI
Director
TIADA TITIK BALIK 1991 ACKYL ANWARI
Director
TARZAN RAJA RIMBA 1989 ACKYL ANWARI
Director
MEMBELA HARGA DIRI 1992 ACKYL ANWARI
Director
PERTEMPURAN SEGI TIGA 1990 ACKYL ANWARI
Director
SUNAN KALIJAGA DAN SYECH SITI JENAR 1985 SOFYAN SHARNA
Director
MANDALA PENAKLUK SATRIA TARTAR 1988 ACKYL ANWARI
Director
GADIS MALAM 1993 ACKYL ANWARI
Director
KENIKMATAN TABU 1994 ACKYL ANWARI
Director
BIDADARI BERAMBUT EMAS 1992 ACKYL ANWARI
Director
ANGEL OF FURY 1993 ACKYL ANWARI Martial arts Director
JARINGAN TERLARANG 1987 ACKYL ANWARI
Director
MANDALA DARI SUNGAI ULAR 1987 ACKYL ANWARI
Director
GENTA PERTARUNGAN 1989 ACKYL ANWARI
Director.

Second Unit Director or Assistant Director:
  1. Lady Dragon 2 (1993) (assistant director)
  2. Rage and Honor II (1993) (assistant director)


NEWS of Ackyl Anwari
Horor & Mistik Ackyl Anwari
Sementara itu Nyi Pelet, wanita pemuja setan yang suka menggoda lelaki dan menebar bencana, kembali mencoba menyebar keangkaramurkaannya di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Kemolekan Nyi Pelet, sering membuat para lelaki bertekuk lutut; namun setelah tahu bahwa wanita cantik itu ganas dan kejam, para lelaki pun lari terbirit-birit.


Keganasan wanita pemuja setan itu semakin menjadi, setelah bertemu dan bersatu dengan Nyi Blorong, putri Ratu Pantai Selatan (Nyai Roro Kidul). Maka wajar, bila kekejaman dan keganasannya itu membuat banyak orang takut bertemu dengan dua siluman jahat tersebut.

Kejahatan yang ditebar dua wanita itu, tampak jelas pada pengambilan gambar atau syuting Dendam Nyi Pelet 4 dalam episode ''Pusaka Nyi Blorong'' yang dilakukan sejak Senin (27/1) lalu, di kawasan objek wisata Yogyakarta, seperti Pantai Parangtritis, Pantai Kukup, Krakal, Parangkusumo, Tamansari, Candi Barong, Candi Sewu, Keraton Boko, dan seputar Candi Prambanan. Kegiatan syuting itu, akan rampung minggu depan.

Dibanding episode sebelumnya, cerita ''Pusaka Nyi Blorong'' lebih menarik dan seru. Karena dalam cerita itu, Nyi Blorong mempunyai tujuan yang sama dan bersatu dengan Nyi Pelet sebagai seorang wanita pemuja setan.

''Terus terang, dalam cerita kali ini, selain ingin memberikan sesuatu cerita yang baik dan bermutu, kami juga ingin mengangkat kembali budaya tradisional Tari Lengger yang kini sudah hilang dalam ingatan kita,'' kata Ackyl Anwari.

Yang menarik dalam serial Nyi Pelet itu, sutradara maupun pihak produser masih tetap berpegangan pada budaya tradisonal Jawa. Meski diangkat dari cerita fiktif maupun cerita legenda, namun pihak PT Indosiar Visual Mandiri selaku produser tetap tidak mau meninggalkan pakem-pakem yang sudah ada.

Semua itu dilakukan setelah memperhatikan berbagai masukan dari berbagai pihak, termasuk sutradara, pemain, dan para pendukung lakon tersebut.

Semua itu dilakukan untuk berpacu dengan ''pesaing'', yakni Genta Buana Pitaloka yang kaya dengan seting-seting mewah dan permanen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar