Senin, 31 Januari 2011

RATNA ASMARA

ISTRI Selaku Pemain Film dan Sutradara juga

Bermula dari almarhumah Ratna Asmara. Kesaksian sejarah film nasional mencatat, pemeran utama film "Djauh di Mata" dan "Anggrek Boelan" (1948) karya alm. Andjar Asmara itu, tampil sebagai pelopor wanita sutradara yang menggarap film "Sedap Malam" (1950). Langkah Ratna Asmara pun terdukung profesi suaminya, Andjar Asmara, yang membuka karier alm. Usmar Ismail sebagai asisten sutradara film "Gadis Desa" (1949). Kalaupun film karya Ratna Asmara tidak dibicarakan, nilai kepeloporannya terbingkai dalam sejarah perfilman.

Pengakuan atas kariernya makin layak dihargai, manakala seorang wanita mampu berprofesi sutradara, di tengah semangat perjuangan insan film merebut mimpi membangun industri perfilman nasional. Tonggak momentum Hari Film Nasional pun terpancang 10 Maret 1950, ditandai shooting awal film "Darah dan Doa" karya Usmar Ismail, produksi NV "Perfini" perusahaan film pertama milik pribumi. Direntang waktu sepuluh tahun kemudian, baru hadir lagi wanita sutradara kedua bersosok aktris film, alm. Sofia W.D.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar