Minggu, 30 Januari 2011

RAHASIA PERKAWINAN / 1978

RAHASIA PERKAWINAN

Perkawinan Dina dan Rahmat sudah berjalan 7 tahun tanpa dikaruniai seorang anak pun. Sehingga perkawinan mereka terasa ada yang kurang. Melihat dari figure Rahmat sendiri yang 15 tahun lebih tua dari Dina dan juga kebiasaan Rahmat yang semasa mudanya berganti perempuan, mengakibatkan ia menderita gangguan di bagian vitalnya; membuat Rahmat tidak bisa memuaskan Dina.Disaat Dina membutuhkan Rahmat, ia tidak bisa berbuat apa apa sehingga membuat Dina uring uringan. Rahmat cuma bisa bersabar sementara ia berobat, sekalipun usahanya itu tidak berhasil.

Untuk tidak memperumit suasana rumah tangganya mereka masing masing mencari kesibukan sendiri, Dina banyak melowongkan waktunya untuk mengadakan pertemuan pertemuan dengan ibu2, atau sekedar hiburan ia senang berburu mengendarai jeepnya tanpa terpikir untuk menyeleweng dari suaminya.

Sementara Rahmat yang selama satu setengah tahun dia ditugaskan untuk membangun sebuah dam di suatu desa terpencil di sekitar perkebunan teh dimana penduduknya cukup fanatik beragama. Dengan kesibukan sehari hari, Rahmat tidak banyak terlibat dalam tuntutan isterinya, tenaga dan pikirannya terpusat kepada tugasnya, dibantu oleh Husein, orang kepercayaannya.

Menjelang selesainya proyek itu, Rahmat menerima berita dari kantor pusat bahwa akan dikirim Ir. Bram untuk membantu Rahmat. Kedatangan Bram disambut gembira oleh Rahmat, tetapi sebaliknya Husein menanggapi kedatangan Bram dengan dingin. Karena niatnya untuk mencintai Dina terganggu. Dina sendiri tidak mengira bahwa Husein anak desa itu berani mencintai dia.

Pertemuan Bram dan Dina memberikan suasana yang lain. Pada mulanya Dina hanya menganggap Bram teman yang bisa diajak bicara mengenai biografinya, Bram pun demikian, ia menganggap Dina seorang yang baik dan ia kasihan melihat Dina dan rumah tangganya. Suatu malam, terjadi percekcokan dengan Rahmat dan Dina mengambil keputusan untuk minta cerai dengan Rahmat. Rahmat tidak setuju, ia pun meminta tolong kepada Bram untuk memberikan pengertian kepada Dina.

Ketika Bram mencoba memberi pengertian kepada Dina, malam yang dingin telah memberikan suasana lain kepada keduanya, mereka pun melakukan hal yang terlarang.

Berita itu sampai ke telinga Husein dan penduduk kampung, tapi ketika Husein berusaha memberitahukan kepada Rahmat dengan itikad untuk memecah belahkan rumah tangga Rahmat, namun usaha Husein tidak ditanggapi oleh Rahmat.

Suasana Alam yang tidak bersahabat dengan turunnya hujan dan banjir yang melanda desa itu diartikan oleh penduduk desa sebagai kutukan karena perbuatan Dina dan Bram yang mengotori kesucian desa mereka. Mereka pun berusaha mengusir Bram dan Dina.

Bram dan Dina menyadari akan hal itu, ketika penduduk desa berbondong bondong datang untuk mengusirnya, Bram justru berbuat nekat dengan membabi buta menghalau penduduk dengan mengendarai mobilnya. Sikap Bram mengundang kemarahan penduduk dan akibatnya Bram harus mati ketika mobilnya menabrak pohon.

Dina yang frustasi kemudian menyerang penduduk desa, namun kekuatan Dina tidak sebanding dengan kemarahan penduduk. Sesuai dengan perbuatannya, Dina menerima hukuman, dan rambutnya dipotong dan digunduli.

Di saat azan subuh berkumandang, Dina yang pasrah akan nasibnya menjadi terbuka hatinya dan ia pun bertobat seraya memanjatkan doa bagi suaminya Rahmat yang mati dalam kecelakaan banjir yang menghancurkan proyek dam yang sedang dibangun.

Yatie Octavia sempat mengalami luka bakar saat pengambilan gambar adegan keluar dari gubuk yang dibakar rakyat. Peristiwa ini menimbulkan masalah asuransi pemain dan karyawan film. Kesediaan Yatie Octavia merupakan sensasi tersendiri. Film terlaris I di Jakarta, 1979, dengan 178.007 penonton, menurut data Perfin.
























News
RAHASIA PERKAWINAN Cerita: Yatie Octavia Skenario: Deddy Armand Sutradara: Maman Firmansyah Produksi: PT Rapi Film TAMPIL kembali pasangan -- hampir tetap -- Roy Marten dan Yatie Octavia. Yang laki berperan sebagai perjaka, yang perempuan tampil sebagai isteri kesepian dari suami yang kurang sanggup melaksanakan "tugas malam" di rumah -- lagi-lagi! Lokasi pertemuan rumah besar, lengang tanpa bedinde, di daerah terpencil. Nah, tidak bisa lain, Yatie dan Roy terpaksa main ranjang lagi. Dan film ranjang-ranjangan ini menjadi semakin istimewa karena dibuka dengan ayat suci Al Quran dan ditutup dengan suara azan. Masya Allah, memang. Ini tontonan barangkali ada punya minat buat bikin dakwah. Konon judul aslinya berbunyi Hukuman Zinah. Cuma lantaran pejabat film di Deppen merasa risih dengan itu judul, entah kenapa, jadilah ia Rahasia Perkawinan. "Janganlah kau mendekati zina . . . " (Al-Qur'an). Sebab akibatnya seperti yang dialami Yatie Octavia dan Roy Marten. Apa yang dialami? Sudah tersiar: Yatie digundul setelah tuhuhnya terbakar. Itu semua sudah masuk koran. Roy mati tertembak Husin (Farouk Afero) yang sebenarnya juga bernafsu pada Yatie yang kesepian. Suami Yatie (Rahmat Hidayat) juga terhukum, karena gemar zina di masa mudanya. Stop di sini Niat dakwah ini film boleh dibanggakan. Tapi lantaran nafsu dakwahnya menggebu-gebu tidak sempat memberi sedikit akal. sehat kepada jalan cerita dan para pemainnya. Pokoknya perjaka muda ketemu isteri cantik yang diterlantarkan suami dan seterusnya dan seterusnya, naik ranjang ekornya. Cerita rutin yang menguasai film Indonesia itu makin menjadi ampas apek oleh ketololan tokoh-tokoh yang digambarkan. Yatie dan Roy digambarkan sudah seolah binatang saja layaknya, hingga cuma sekslah yang penting, dan untuk itu tengah malam rumah bisa ditinggalkan untuk pergi ke gubuk. Mengapa tidak di rumah saja anunya itu? Toh sepi? Tapi yah, susah juga kalau di rumah. Penduduk kampung sulit mendapat alasan menggerebek dua bintang film terkenal itu. Lihatlah bahwa untuk mendapatkan adegan penggerebekan itu cerita dibengkokkan segampang mungkin. Dan orang kampung itu, dari mana mereka? Sepanjang film ini dipertunjukkan, tidak sebuah gambar pun yang mencoba memberikan kesan meyakinkan akan jarak yang dekat antara rumah besar Yatie dan rumah-rumah kampung. Bagaimana bisa jadi? Bisa repot memang, bila terlalu banyak yang dipertanyakan. Sekedar contoh gubuk tempat Roy dan Yatie beranu mula-mula letaknya di tanah berbukit. Tapi ketika digerebek, eh gubuk itu sudah pindah ke pekarangan yang datar. Jelas pemindahan seenaknya ini untuk menggampangkan pengambilan adegan Yatie digundul. Juga tidak usah dipertanyakan mengapa Rahmat Hidayat harus lari ke arah gubuk sementara mobilnya menanti dengan setia. Nampaknya cara ini dipilih sutradara untuk memenuhi kehendak cerita yang memutuskan untuk membunuh Rahmat dengan dinamit, diledakkan anak buahnya yang lagi bekerja. Mengapa Rahmat harus mati? Mengapa di tengah banjir yang mengancam proyek, masih ada karyawan yang tenang meledakkan dinamit di tengah malam buta? Ah, stop di sini sajalah. Rahasia Perkawinan adalah contoh dari film-film yang dibuat dari cerita yang seru, hebat, besar. Itu maunya. Tapi asumsi-asumsinya adalah asumsi umum, klise dan diulang di hampir semua film buatan negeri ini atau buatan Hongkong dan Italia. Di sini setiap isteri muda -- apalagi kalau suami kurang jago di tempat tidur, apapun alasannya -- tentu berhakat tante girang. Dan adegan ranjang menemukan bentuknya jika tokoh anak muda muncul di depan kamera. Tontnan semacam ini menjadi semakin mendongkolkan jika dikerjakan tangan yang tidak terampil. Maka yang disaksikan para pembeli karcis sesungguhnya belum sebuah cerita. Melainkan sebuah rencana cerita, sebuah resep, formula dari berbagai hal yang dianggap komersil oleh sang produser. Begitulah adanya dengan sebagian besar film buatan Jakarta. Salim Said

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar