Senin, 31 Januari 2011

PUSPA INDAH TAMAN HATI / 1979


PUSPA INDAH TAMAN HATI






















Rupanya kesuksesan “Gita Cinta dari SMA” berhasil membuat penonton menunggu kelanjutan kisah Galih dan Ratna, hingga lahirlah kelanjutan romansa mereka. Lagu-lagu legendaris (almarhum) Chrisye menghiasi film ini dengan indahnya

Galih Rakasiwi (Paundrakarna) akhirnya pergi meninggalkan Yogyakarta, kota yang penuh kenangan, kota yang penuh dengan kisah cinta, kota yang penuh dengan Gita, Gita Cinta Di SMA, dengan harapan agar dia dapat melupakan kekasihnya Ratna yang telah pergi membawa cintanya dan dengan harapan agar dia dapat mengejar cita-citanya menjadi seorag seniman, menjadi seorang pemusik. Bandung, adalah kota yang penuh tantangan, kota yang penuh khayalan, disanalah Galih melanjutkan kuliahnya di Fakultas Musik dan disana pulalah Galih memulai karirnya sebagai seorang penyanyi. Namun disana pulalah kisah kasihnya terulang, disaat dia tampil pada sebuah konser musik kampus, dia berjumpa dengan seseorang yang bernama Marlina (Mesty Hanita), nama yang mirip dengan kembaran kekasihnya Ratna, walaupun wajah mereka berbeda, namun Galih merasa yakin ada rahasia diantara mereka.
















Galih berusaha mencari informasi tentang Marlina, awalnya tidak ada cinta dihatinya kecuali janji dia kepada Ratna untuk mencari saudara kembarnya. Namun lama kelamaan ada benih cinta didadanya. Marlina menerima kehadiran Galih sebagai seorang sahabat, bahkan sebagai seorang kekasih, namun betapa kecewa hati Marlina, setelah dia tahu ketertarikan Galih padanya hanya karena janji Galih kepada Ratna bekas kekasihnya. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Aswin (Fatur) seorang mahasiswa Fakultas Film yang selama ini mengejar Marlina.







































Galih berusaha menjauh karena dia tahu kehadirannya membuat hati Marlina terluka dan yang membuat hati Galih lebih kecewa, setelah Ningrum (Anggi Jelita) datang menemuinya dan mengabarkan kalau Ratna kekasihnya sudah menikah.

Galih pulang ke Yogyakarta berusaha menjauh dari kisahnya yang duka, ayahnya (Rano Karno) menasehatkan agara Galih dapat melupakan Ratna kekasihnya. Ratna (Ratna Galih) hidup menderita, karena laki-laki yang menikahinya tidak mencintainya, ia pergi mencari ketenangan hidup mencoba mencari kenangan lama, ia pergi ke Yogyakarta. Mereka bertemu di kota kenangan, mereka bicara, Ratna mohon agar Galih mau memaafkannya, namun Galih menutupi kekecewaannya dan menyatakan selamat atas kebahagiaan Ratna. Berkat kehadiran dosen, Pak Arga (Gito Rolis), dosen yang selama ini selalu memperhatikan Marlina, karena wajah Marlina mirip dengan putri tercintanya telah pergi meninggalkannya, tewas dalam sebuah kecelakaan, membuat hati Marlina terbuka, hingga akhirnya rahasia dirinya pun terbuka, ternyata Marlina adalah seorang anak angkat yang diadopsi oleh sebuah keluarga sejak dia masih bayi. Marlina bercerita kepada Galih siapa dirinya sesungguhnya hingga kisah malah berbalik, Marlina bertanya dimana Ratna sekarang, dia ingin berjumpa dengannya. Keyakinan Galih bertambah setelah dia lihat kalung yang dikenakan Marlina sama dengan kalung yang diberikan Ratna dulu. Karena desakkan Ratna, Galih mempertemukan Marlina dengan Ratna, betapa bahagia hati mereka berdua disaat mereka dapat berkumpul lagi setelah tahun berpisah, hidup di tangan orang lain, akhirnya karena rasa cinta dan permintaan Ratna, Marlina mau memaafkan dan mau mencintainya, dan Galih pun bahagia berdua bersama Marlina. (And)












Puspa Indah Taman Hati (9 12).flvPuspa Indah Taman Hati (9 12).flv
Puspa Indah Taman Hati (4 12).flvPuspa Indah Taman Hati (4 12).flv
Puspa Indah Taman Hati (12 12).flvPuspa Indah Taman Hati (12 12).flv
Puspa Indah Taman Hati (1/12)
Puspa Indah Taman Hati (2/12)
Puspa Indah Taman Hati (3/12)
Puspa Indah Taman Hati (4/12)
Puspa Indah Taman Hati (5/12)
Puspa Indah Taman Hati (6/12)
Puspa Indah Taman Hati (7/12)
Puspa Indah Taman Hati (8/12)
Puspa Indah Taman Hati (9/12)
Puspa Indah Taman Hati (10/12)
Puspa Indah Taman Hati (11/12)
Puspa Indah Taman Hati (12/12)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar