Minggu, 30 Januari 2011

PATAH HATI SEORANG IBU / 1985

PATAH HATI SEORANG IBU

Karena suaminya bunuh diri akibat judi, Marni (Anna Tairas) terpaksa membesarkan empat anaknya. Anak tertua, Fawzi (Alan Nuari), tak setuju ibunya kawin dengan Erwin (Pong Hardjatmo). Waktu Marni ingin memaksa kawin juga, Fawzi lari ke rumah kakeknya, yang memang tidak menyukai Marni, dan tertabrak mobil hingga pincang. Marni memutuskan hidup sendiri.

Waktu anak-anak sudah besar, dan Marni berhasil memiliki butik tempatnya bekerja, kemalangan tetap menghantui. Tanti (Enny Beatrice), anak bungsu, hamil dengan sutradara film, digugurkan, lalu terpikat seniman lain, dan pergi entah ke mana. Firman, anak kedua, yang berangasan selalu jadi masalah karena tindakan kasarnya. Fadly, anak ketiga, yang berhasil jadi dokter, bunuh diri karena dipermainkan Misye (Tuty Wasiat), pacar dan teman usaha Fawzi.

Misye mencintai Fawzi, tapi yang terakhir ini hanya ingin hartanya saja. Dalam kesepiannya ia merayu Fadly, meski akhirnya menikah dengan Fawzi. Ketika akhirnya tahu, Fawzi dan Misye bercerai. Fawzi datang ke rumah ibunya, tepat setelah Firman ditangkap polisi, karena mengakibatkan pacar Tanti yang seniman, terbunuh. Fawzi ingin minta warisan untuk membeli restoran usahanya bersama Misye. Erwin yang datang kembali dan berada di rumah, memukul Fawzi yang tak tahu diri. Marni marah dan mengusir Erwin, karena bagaimanapun Fawzi adalah anaknya. Fawzi menyesal setelah membaca surat peninggalan ayahnya yang minta maaf karena hanya menyusahkan Marni. Marni kembali ke rumah yatim piatu, tempat asalnya, untuk mengajar, dan memaafkan dan menyuruh Fawzi pulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar