Minggu, 30 Januari 2011

NAPAS PEREMPUAN / 1978

NAPAS PEREMPUAN









Bharata (S. Bono), pengusaha besar, bersama istrinya yang baru berusia 22 tahun, Natalia (Rory Anna), menjemput keponakannya, Pieter (Roy Marten), yang baru pulang belajar dari Amerika. Natalia yang baru dikenalnya, langsung mengingatkan pacarnya di Amerika yang mengalami nasib tragis, dibunuh. Meski sempat mengunjungi bekas pacarnya, Karmila (Eva Arnaz), yang sudah punya anak satu, tapi suaminya, Benny (Tinton Suprapto), meninggal di arena balap, Pieter terlibat perserongan dengan Natalia yang selalu kesepian karena kesibukan Bharata. Keadaan menjadi sulit ketika Natalia hamil. Pieter-Natalia sepakat tidak memberi tahu pamannya, karena pertimbangan kerinduannya akan anak dan juga penyakit jantungnya. Keadaan ini diketahui Anton (Parto Tegal), bekas pacar Natalia waktu jadi pramuria. Anton juga pernah memaksa Natalia jual diri untuk kepentingan judinya. Anton mengancam membuka rahasia Natalia-Pieter pada Bharata. Pieter tak menyerah. Anton lalu menculik anak Karmila. Pieter terpaksa memenuhi tuntutan Anton: menyerahkan uang Rp 15 juta sebagai tebusan, di sebuah pekuburan. Di tempat ini sempat terjadi duel, hingga Anton tewas. Pieter-Natalia tetap merahasiakan perserongan yang membuat hamil itu. Pieter lalu kembali pada Karmila karena rasa sayang dan kasihan. Ia menjadi bapak dari anak yang bukan anak kandungnya. Seluruh informasi dan jalan kisah dibangun lewat dialog.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar