Senin, 31 Januari 2011

GADIS DESA / 1949

GADIS DESA



Mengambil cerita dari repertoar Panggung tahun 1930'an Ringkasan cerita "Pak Abu marah-marah pada Pak Amat karena menunggak kontrakan rumah selama 7 bulan. Tapi Abu langsung tenang ketika melihat Aisha anak pak Amat yang cantik. Dengan alasan akan dipekerjakan di rumah Pak Abu. Rahasia itu bocor ke telinga istri Pak Abu. Tentu saja Aisha dikembalikan lagi ke kampung. Siapa yang membocorkannya adalah Rusli yang tidak lain adalah pembantu di rumah Pak Abu. Rusli menaruh hati, tapi Aisha menepiknya."
 
Kelihatan sekali bahwa ini adalah cerita kuno, tetapi pihak Belanda ingin cerita yang mendekati kehidupan pribumi. Yaitu dengan cara berfikir yang masih rendah. Yang menarik dari pembuatan film ini adalah munculnya Usmar Ismail di studio Belanda, sebagai assisten Andjar Asmara. Ini adalah misteri bagaimana bisa Usmar Ismail muncul di studio Multi itu? Mengingat ia adalah seorang seniman pemikir, Mayor TNI, ketua PWI. Semua tahu kalau Usmar Ismail 1947 adalah direktur surat kabar Patriot, bertugas meliput perundingan Renville. Selanjutnya ia di tangkap Belanda karena ia bukan hanya Wartawan tetapi Mayor TNI. Ia dijebloskan dipenjara Cipinang. Istrinya sering menjenguk Usmar di penjara bersama Chairil Anwar di penjara Cipinang. Tidak jelas kenapa ia dilepaskan dan bekerja di Multi Film studio. Film berita Belanda. Cerita ini ada dikisahkan dalam Asrul Sani.....(Baca di Title Asrul Sani)










Usmar Ismail saat shooting film `Gadis Desa` tahun 1949, Usmar Ismail bertindak sebagai asisten sutradara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar