Minggu, 30 Januari 2011

DJAJA MERANA / 1954

DJAJA MERANA

Tengku Bhasar (Wahid Chan) meminang Sekar Melati (Nurhasanah), putri Sultan Tengku Perkasa. Sang putri menolak, dan memilih Mahidin (Moh. Mochtar) yang bukan bangsawan. Terjadilah adu ketangkasan antara Bhasar dan Mahidin. Mahidin unggul dari Bhasar. Bukan saja yang Bhasar yang marah, tetapi Siti Jumiatun (saudara tiri Tengku Bhasar) merasa sakit hati. Mereka lau berkomplot, menggunakan berbagai cara untuk menyingkirkan Mahidin. Diantaranya membuat fitnah, sehingga Mahidin dihukum buang, dan Sekar Melati diasingkan ke sebuah istana di pegunungan. Pada suatu ketika, Sultan meninggal dunia dan Bhasar menguasai kerajaan. Disini kerap kali terjadi bentrokan antara Bhasar dengan Jamiatun. Lewat bantuan Jamiatun, Mahidin dapat membekuk Bhasar. Jatuhlah kerajaan kepada Sekar Melati, yang lalu menyerahkannya lagi kepada Mahidin yang telah menjadi suaminya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar