Minggu, 30 Januari 2011

ANAK-ANAK TAK BERIBU / 1980

ANAK-ANAK TAK BERIBU


Setelah ditinggal mati istrinya, Akbar (AN Alcaff), yang sakit-sakitan kawin lagi dengan seorang janda bernama Tina (Debby Cynthia Dewi). Karena penyakitnya Akbar dipecatdari tempat kerjanya dan Tina bekerja di pabrik konveksi. Akbar gagal mendapatkan pekerjaan lain sampai akhirnya ia pun meninggal. Ketiga anaknya, Mimi (Santi Sardi), Memet (Lukman Sardi) dan Ayu (Ajeng Triani Sardi) tak tahan dengan sikap ibu tirinya yang berubah sikap speninggal ayahnya. Diam-diam mereka pergi untuk mencari keluarga ibu kandungnya yang belum diketahui alamatnya. Untuk bertahan hidup mereka bekerja apa saja seperti pembantu, penyemir sepatu, tukang parkir, dll. Suatu hari mereka berjumpa dengan pemuda buntung John (Johan Mardjono) yang berusaha jual-beli koran bekas. Mimi dan Memet diberi usaha jualan es dan kue-kue. Keadaan mereka membaik. Nasib buruk menimpa Memet, ia terbawa kereta, namun karena kejujurannya, Memet dipungut seorang hartawan. Kerinduan akan adiknya, Ayu, mendorong Memed untuk pulang,yang tidak lama setelah pertemuannya, Ayu meninggal.

Yang menarik plus dalam film ini adalah sosok Pak Tino Sidin muncul. Pak Tino Sidin adalah guru gambar bagi anak-anak yang sering muncul di TVRI dan acara favorite anak-anak sore hari minggu, yang dimana anak-anak boleh mengirim karyanya ke TVRI untuk di bacakan oleh pak Tino setelah ia selesai mengajar menggambar buat pemirsanya. Ia selalu bilang baik dan bagus pada setiap gambar yang dikirimkan anak-anak ke TVRI itu, karena katanya, tidak ada yang jelek dalam karya anak-anak karena mereka bebas berimajinasi apa saja, karena itu saya selalu bilang baik dan bagus (yang artinya teruskan imajinasi mu). Tino Sidin (lahir di Tebingtinggi, Sumatera Utara, 25 November 1925 – meninggal di Jakarta, 29 Desember 1995 pada umur 70 tahun) adalah seorang pelukis dan guru gambar yang terkenal dengan acaranya di stasiun TVRI era 80-an, yaitu Gemar Menggambar. Dalam acara ini "pak Tino" mengajar anak-anak bahwa menggambar itu mudah, dan merupakan perpaduan dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung. Pada akhir setiap acara beliau menunjukkan gambar-gambar yang dikirim oleh pemirsanya dan kemudian menambahkan komentar yang sangat dikenal, "Bagus!".






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar