Minggu, 30 Januari 2011

ALAM SURAWIDJAJA 1952-1978













ALAM R. SURAWIDJAJA
/ALAM Rengga SURAWIDJAJA


BANDUNG LAUTAN API 1974 ALAM SURAWIDJAJA
Director
MANUSIA SUTJI 1955 ALAM SURAWIDJAJA
Director
PERAWAN BUTA 1971 LILEK SUDJIO
Actor
WULAN DI SARANG PENCULIK 1975 ISHAQ ISKANDAR
Actor
BANTENG BETAWAI 1971 NAWI ISMAIL
Actor
SEHELAI MERAH PUTIH 1960 ALAM SURAWIDJAJA
Director
FLAMBOYANT 1972 SJUMAN DJAYA
Actor
PERAWAN DI SEKTOR SELATAN 1971 ALAM SURAWIDJAJA
Director
SI MAMAD 1974 SJUMAN DJAJA
Actor
PERKAWINAN DALAM SEMUSIM 1976 TEGUH KARYA
Actor
DAERAH TAK BERTUAN 1963 ALAM SURAWIDJAJA
Director
KABUT DI KINTAMANI 1972 KURNAEN SUHARDIMAN
Actor
ANAK EMAS 1976 LILIK SUDJIO
Actor
SI BONGKOK 1972 LILIK SUDJIO
Actor
SI BUTA DARI GUA HANTU 1970 LILIK SUDJIO
Actor
PAHITNYA CINTA MANISNYA DOSA 1978 WAHAB ABDI
Actor
SUZIE 1966 LILIK SUDJIO
Actor
LUKA TIGA KALI 1965 ALAM SURAWIDJAJA
Director
PEMBALASAN SI PITUNG 1977 NAWI ISMAIL
Actor
EXSPEDISI TERAKHIR 1964 ALAM SURAWIDJAJA
Director
ISTRIKU SAYANG ISTRIKU MALANG 1977 WAHAB ABDI
Actor
PENCOPET 1973 MATNOOR TINDAON
Actor
SI DJIMAT 1960 KURNAEN SUHARDIMAN
Actor
RIDHO ALLAH 1977 YUNG INDRAJAYA
Actor
CINTA REMAJA 1974 LILEK SUDJIO
Actor
LUPA DARATAN 1975 TINDRA RENGAT
Actor
RIO ANAKKU 1973 ARIFIN C. NOER
Actor
ANJING-ANJING GELADAK 1972 NICO PELAMONIA
Actor
TAUFAN 1952 ALI YUGO
Actor
DETIK-DETIK REVOLUSI 1959 ALAM SURAWIDJAJA
Director
CHEQUE AA 1966 ALAM SURAWIDJAJA
Director
PEMBURU MAYAT 1972 KURNAEN SUHARDIMAN
Actor
SI PENDEK DAN SRI PANGGUNG 1960 ALAM SURAWIDJAJA
Actor.Director
DIMANA KAU IBU 1973 HASMANAN
Actor
MENJUSURI DJEDJAK BERDARAH 1967 MISBACH JUSA BIRAN
Actor
AWAN DJINGGA 1970 LILEK SUDJIO
Actor
KENANGAN REVOLUSI 1960 ALAM SURAWIDJAJA
Director
CHRISTINA 1977 I.M. CHANDRA ADI
Actor
JANUR KUNING 1979 ALAM SURAWIDJAJA
Director
JINAK-JINAK MERPATI 1975 SOPHAN SOPHIAAN
Actor
SI RANO 1973 MOTINGGO BOESJE
Actor
NJI RONGGENG 1969 ALAM SURAWIDJAJA
Director.



WHO's Alam Surawidjaja (lahir di Sindang Laut, Cirebon, 24 Desember1924 – meninggal di Jakarta, 12 Mei 1980 pada umur 55 tahun) adalah pemeran dan sutradaraIndonesia di era tahun 1950an hingga tahun 1980. Alam juga pernah menjadi pemeran utama dalam film "Si Djimat". Alam membuat film "Janur Kuning" yang menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam meraih kembali kemerdekaannya yang direbut kembali oleh pasukan sekutu. Di dalam filmnya, aktor Amak Baldjun sempat dinominasihkan sebagai aktor pendukung terbaik pada Festival Film Indonesia.
Nama :Alam Rengga Rasiwan Kobar Surawidjaja
Lahir :Sindanglaut, Cirebon,
Jawa Barat,24 Desember 1924
Wafat :Jakarta, 12 Mei 1980
Pendidikan :
Sekolah Tinggi Teknik Cine Drama Institut Kementrian Penerangan, Yogyakarta
Kegiatan lain :Anggota Dewan Film Nasional,Anggota Dewan Produksi Film Indonesia,Anggota DKJ (1973-1980)
Bernama lengkap Alam Rengga Rasiwan Kobar Surawidjaja, lahir di Sindanglaut, Cirebon, Jawa Barat, 24 Desember 1924. Berlatar belakang pendidikan Sekolah Tinggi Teknik dan Cine Drama Institut Kementrian Penerangan, Yogyakarta.
Awalnya ia bermain dan menyutradarai pementasan-pementasan perkumpulan sandiwara Raksi Seni Yogyakarta, selain mengisi siaran Pancaran Sastera”di RRI Yogyakarta. Karirnya didunia film diawali dengan jabatan asisten sutradara dalam film Taufan (1952) dan kemudian menjadi sutradara dalam Manusia Suci (1955) dan Daerah Tak Bertuan (1963). 
Sejak menyutradarai film Sehelai Merah Putih, ditahun 1960-an, namanya kian dikenal sebagai sutradara film perjuangan, dengan beberapa karya garapannya antara lain; Perawan disektor Selatan (1972), Bandung Lautan Api (1975), dan Janur Kuning (1979) yang bercerita tentang Serangan Umum 1 Maret.
Dalam filmnya yang berjudul Nyi Ronggeng (1970), suami dari aktris Deliana Lubis Surawidajaja ini berupaya untuk berbicara dalam bahasa gambar tentang kehidupan etnis Sunda (yang ia buat di Sumedang dan sekitarnya. Lebih dari separuh filmnya, la tampil sebagai pemain, meskipun hasil penyutradaraannya cukup bagus. Berperan Sebagai pemain ia lakoni dalam film Menyusuri Jejak Berdarah (1967), Si Bongkok (1972), Cinta Petama (1973), dll. Karena penampilannya yang sangat sederhana degan gaya bicara yang lamban dan perlahan, peran-peran yang dimainkan alam biasanya sebagai orang-orang kecil yang serba kekurangan.

Sineas yang pernah menjadi Dewan Film Nasional Indonesia, Dewan Produksi Film Indonesia dan Dewan Kesenian Jakarta selama 4 periode (1973-1980) ini dalam kebanyakan film garapannya sering memilih Diki Zulkarnaen sebagai pemain utama. Alam Surawijaya Wafat pada tanggal 12 Mei 1980, di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar